Hai sobat! Apa kabarnya? Saya yakin, pasti semua baik! :v Baru tau ada lomba blog tentang TB, aku langsng ikut! Huhuhu, telat tau infonya. ._. Baiklah, to the point.
Kali ini, aku bakal membahas tentang TB. Pada tau, kan? Itu loh, Tuberculosis. Salah satu jenis penyakit menular yang lumayan populer di tanah bumi Indonesia tercinta ini.
Yang namanya penyakit, mana ada yang mau kena penyakit. Semua orang mau hidupnya kena 2s alias senang dan sehat. :v Mungkin kalian semua pernah mendengar kalimat dibawah ini ataupun membacanya.
Kesehatan itu mahal harganya.
Kalimat diatas mungkin pernah kita pelajari semasa duduk di jenjang pendidikan SD. Kalimat ini juga tidak asing kita jumpai di Rumah Sakit. Yang namanya sehat itu yah mahal, toh! Bener gak? Mau beli obat, mau bayar ruang perawatan, belum lagi makan, anak di rumah gimana, transportnya lagi, tidurnya gimana, yang repot juga banyak, dan tak lupa pertumpahan tetes air mata yang terjadi apabila beliau (saudara kita) yang terkena TB sudah berpulang kepada sang pencipta. Makanya, orang kaya rela menghabiskan uang demi kesehatannya.
Saya disini ingin menjelaskan tentang TB dengan judul "Beban Ekonomi dan Kematian Akibat
TB." OK!
Beban ekonomi bagi penderita dan keluarga serta kerabat terdekat:
- Buat Beli Obat
Ilustrasi Obat TBC | sumber : http://medicastore.com/tbc/obat_tbc.htm
Yang namanya kalau sakit harusnya minum obat dan istirahat. Gak mungkin kalau sakit kita disuruh makan Sphageti, pizza, burger, dll. Dan obat TB bukan murah, lo. Penderitanya bakalan terkena 2 penyakit mematikan sekaligus, yaitu
TB dan Kanker (kantong kering). :v Penyakit kantong kering itu sangat berbahaya. Penyakit ini menguras dan menyerap uang yang di kantong. Kita manusia hidup memerlukan uang alias kita adalah makhluk
Homo Economicus. Buat bayar listrik, makan, uang sekolah, dll. Padahal, kalau dikira- kira, dana selama berobat atau di RS lumayan buat beli kebutuhan lain.
- Dana Selama di Rumah Sakit
source : rumah-apartemen1.blogspot.com
Bagi yang terkena TBC tingkat lanjut, pasti Dokter menyarankan atau mengharuskan pasien untuk dirawat inap. Dana selama di RS meliputi :
a. Biaya ruangan
source : http://rskasihibu.com/
Ini sudah pasti. Buat bayar ruangan
b. Buat makan
Kalau makan, pasti ada kantin RS. Apa kita gak makan? Apa kita pulang ke rumah? 2x biaya dong, buat pulang ke rumah sama buat balik lagi ke RS. Terus, kita harus masak dulu, dong.
c. Transportasi
Ini nih! Ga mungkin kita itu jalan kaki, ora iso. So, ini termasuk.
-Menambah utang
source : imulyadi.com
Bagi orang yang cukup- cukup makan seperti dirikhuuuu, :v mau biaya darimana? Mau jual apa, apalagi yang ga mampu. Mau nyari kerja susah. Ga punya keahlian dan gak tamat sekolah. Terpaksa, mau gamau, harus ngutang. Bayarnya kan pake uang bukan pake kertas.
Beban kematian akibat
TB :
- Pertumpahan air mata
source : 2.bp.blogspot.com
Air mata juga sayang, lo. Mata bisa bengkak dan memerah karena terlalu banyak menangis. Kenapa bisa menangis? Nah, seandainya, ia pergi menjumpai sang pencipta. Apa gak sedih?
- Penyempitan lahan
Buat kuburan itu memakan lahan, lo. Perbandingan antara jumblah manusia dan tempat tinggal didunia sangatlah jauh. Jumblah manusia sangat banyak, sedangkan lahan di bumi tidak sesuai. [Maaf, jika ini sedikit kasar.]
- Buat ngadain semacam acara
Ini nih. Apabila, dia pergi, apa yang kita lakukan dengan mayatnya. Yang namanya mayat itu gak mungkin kan dibiarkan membusuk? Kalau Islam harus disholatkan, dimandikan, dll. Kalau adat suku batak, ada yang dibuat pesta. Dan lain- lain lah.
- Hilangnya tulang punggung
Apabila dia yang pergi adalah "tulang punggung" bagi keluarganya. Kasihan bukan keluarganya?
Beban lain:
- Efek samping obat
Minum obat itu ada efek sampingnya, lo. Jangan salah dan jangan sepele. Obat itu adalah bahan kimia, walaupun tergolong steril, tetap saja. Yang namanya bahan kimia itu selalu berbahaya walaupun memiliki keuntungan lain. So, gimana menurutmu?
Selalu ada hikmah dibalik semua ini.
Kalimat diatas mungkin sudah gak asing di telinga kita. Menurutku, hikmahnya adalah :
- No
sepele.
Dengan menjadi pasien ataupun orang terdekat pasien TBC, kita menjadi lebih tau dan menjadi lebih waspada. Kita menjadi tidak
sepele dan tidak memandang remeh penyakit TB.
- Yakin dan percaya bahwa TB bisa dibasmi.
source : http://obattbcalami.wordpress.com/
Katakan "basmi" pada
TB. :v Terus berjuang dan selalu percaya bahwa TB Itu bisa dibasmi adalah salah satu hikmahnya. Banyak yang mengatakan "Nothing Is Impossible", so TB pasti bisa dibasmi. Guruku bilang "Ora et Labora", yang artinya bekerja sambil berdoa.
- Mencegah lebih baik daripada mengobati
"Mencegah lebih baik daripada mengobati."
Hayo? Siapa yang gak pernah mendengar ataupun membaca kalimat itu? Benar sekali, lebih baik mencegah. Berikut, Rio kasih tips.
1. Jangan sampai terkena air liur/ air ludah penderita TBC. Ini sering tertular saat penderita sedang bersin.
2. Langsung berobat jika sudah diketahui gejala TB. So, harus mengenali gejalanya dahulu.
3. Selalu menjaga
kesehatan dengan memakan makanan yang bergizi dan teratur, istirahat cukup (min. 8 jam), rajin berolahraga, minum obat secara rutin.
4. Bila anda adalah kerabat pasien, berikan dukungan kepada dia. Jangan dikucilkan, dimarahi, ataupun dipojokkan.
- Ikut membasmi TB
Apabila sudah menjadi pasien TB ataupun pernah, kini giliran anda untuk kembali membasmi TB. Caranya adalah dengan memberikan edukasi ataupun informasi tentang TB. So, selain ikut membasmi, anda juga mendapatkan pahala karena membantu orang.
Dampak ekonomi bagi negara:
Pemerintah berupaya untuk mengembalikan
kesehatan pasien TB. Tetapi, usaha pemerintah selalu saja kurang berhasil. [dibaca, kurang berhasil bukan ga berhasil] Apalagi, seperti yang kita tau, TB adalah salah satu penyakit menular. Penyakit TBC menduduki peringkat ke- 3 dalam "penyakit terbanyak rawat jalan dan rawat inap pasien dengan jamkesmas 2012".
Source : P2JK Kemenkes RI, 2012.
- Ekonomi negara akan semakin menurun. Karena hampir 50% dana negara itu untuk membasmi penyakit, mengurangi angka kematian dan menunjang kesembuhan serta untuk mendanai atau membiayai rumah sakit umum yang didirikan oleh pihak pemerintah daerah/ pusat. Jadi, semakin banyak pasien di rumah sakit, makin beratlah beban pemerintah begitu juga dengan dana yang harus dikeluarkan. Nanti, bakalan jadi kayak peribahasa. Lebih besar pasak daripada tiang, yang artinya lebih besar pengeluaran daripada pemasukan.
- Ketidaksesuaian antara penduduk yang meninggal dan bayi lahir. Terkadang, lebih banyak penduduk meninggal dan bayi yang lahir sedikit ataupun sebaliknya. Kalau ditimbang, berat sebelah gitu. Ini sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi negara Indonesia.
- Meningkatnya angka kemiskinan. Mungkin, mereka yang tidak mampu akan menjadi lebih tidak mampu karena semua dana digunakan untuk perobatan. Kawanku bilang begini," yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Yang miskinnya diporotin sama orang kaya." Itu katanya. ._. Ada benernya juga, sih.
So, gimana? Kamu tertarik untuk mendukung pemerintah untuk membasmi TB? So, jangan cari penyakit, ya? Anda mencari penyakit, sama saja merugikan diri sendiri dan orang lain. Nyari penyakit itu mudah, sembuhinnya yang susah. So, keep praying and do a healthy lifestyles.
[diolah dari berbagai sumber.]
===Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog TB serial 6===